BAIT Ministry

HUT BAIT ke 1 di Megamendung Bogor

Kunjungan ke Jemaat Sentul dan Panti Asuhan di Bogor dalam rangka HUT BAIT Ministry ke 1.

BAIT Ministry di Toraja

Kunjungan BAIT Ministry ke SLA Mebali dan berbagai tempat wisata dalam rangka HUT BAIT ke 3.

Kunjungan BAIT Ministry ke Palu

Kunjungan BAIT Ministry ke Palu Dalam Rangka HUT BAIT Ministry ke 4.

KKR Bait Ministry di Kotamobagu

KKR BAIT Ministry di Kotamobagu Dalam Rangka HUT BAIT Ministry ke 5.

Baptisan BAIT Ministry di Kotamobagu

Baptisan Setelah KKR Dalam Rangka HUT BAIT Ministry ke 5 di Kotamobagu.

Senin, 04 September 2023

Kapribadian Ganda

 


S

alam sejahtera dalam kasihNya.. Apa kabar pembaca setia BAIT dimanapun anda berada.. jika masih ingat pemaparan saya terdahulu mengenai ‘Kepribadian Ganda’ bulan February tanggal 15 lalu, kali ini saya ingin melanjutkan membagikan apa yang saya alami dan pelajari tentunya untuk menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan tidak pernah menyerah untuk menolong kita membentuk karakter kita menjadi seperti Dia dalam kapasitas kita masing-masing.

 

Roma 7:22-23 adalah yang saya gunakan pada waktu lalu,.. kali ini saya ingin menggunakan Roma 8:7-8 yang berbunyi demikian: “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah;  hal ini memang tidak mungkin baginya. 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

 

Mohon diperhatikan analisa berikut: “Keinginan Daging adalah Perseteruan terhadap Allah karena Tidak takluk kepada hukum Allah, lalu coba bandingkan dengan Galatia 5:17 yang bunyinya demikian: “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan…” sekarang, jika ada pertanyaan, ‘siapa yang berani BERSETERU DENGAN ALLAH?’.. akan sangat mustahil kita menjawab SAYA bukan? Who dare to face and deal with HIM as an OPPONENT?  tapi jika kita introspeksi diri masing-masing, seberapa sering dalam hidup kita justru kita yg mengaku menyembah Allah, meninggikan namaNya dan bekerja mati-matian bagiNya.. membawa banyak jiwa kepadaNya, tetapi justru hidup tidak berkenan kepada Allah hanya karena masih memiliki ‘keinginan daging’ yang masih hidup gantinya keinginan Roh… masalahnya terletak dimana?.. siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk perilaku kita yang mengakibatkan kita berseteru dengan Allah saat yang sama kita sedang melayani Dia? Yuk, balik lagi kita telaah apa itu keinginan daging..

 

Galatia 5:19-21 jelas mengungkapkan apa itu keinginan daging yang dalam terjemahan Todays English Version di terjemahkan ‘human nature’… sifat alamiah manusia… dengan lists yang terdapat di ayat tersebut di atas mari kita periksa diri sejauh mana ‘human nature’ kita yang masih hidup dan kita pilih utk menghidupkannya… renungkanlah.. mengapa hal-hal tersebut masih kita hidupkan ? Jangan silahkan human nature ya.. karena itu bukan ‘bawaan’ atau ‘warisan’ nenek moyang yang kebanyakan kita dengar diungkapkan ‘tidak bisa kita lakukan apa=apa’ yang kalimat trend nya suka kita sebut.. ‘kita kan masih manusia…’.. dan ‘’dari sananya dah begini kok’..  sehingga tidak ada upaya maksimal kita untuk memahami apa  tanggungjawab kita sebagai manusia yang SUDAH MEMILIH UNTUK MENERIMA YESUS sebagai JURUSELAMAT PRIBADI dan berjanji untuk hidup dalam Roh dan berjalan dalam Roh…

 

Saya perlu mengingatkan bahwa Firman Allah tegas mengungkapkan keinginan daging itu BERLAWANAN dengan keinginan ROH.. dan keduanya BERTENTANGAN… jangan lupa kita sebenarnya tidak bisa hidup dengan KEPRIBADIAN GANDA seperti yang sudah saya ungkapkan di waktu yg lalu.. jadi tegasnya saat kita masih melakukan hal-hal tersebut (percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya) berkaitan dengan human naturemaka kita sedang TIDAK TAKLUK pada HUKUM ALLAH… di ayat yg lain kalimat yg digunakan adalah ‘pelanggaran akan hukum Allah’ (1 Yoh 3:4)… saat kita TIDAK TAKLUK kita sedang MELANGGAR hukum ALLAH secara tidak langsung karena masih memiki keinginan Daging dalam diri kita.. KITA HARUS MEMILIH dan masing-masing punya kemampuan dan kuasa untuk melakukannya.. dari mana kuasa itu? Filipi 4:13, masih ingat? ‘Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang MEMBERI KEKUATAN kepadaku.”

 

Coba kita bayangkan, saat kita masih hidup dalam keinginan daging justru kita sedang menjalani HIDUP YG TIDAK BERKENAN DI HADAPAN ALLAH sekecil apapun keinginan daging yang kita lakukan!... ada bisa saja sedang memuji nama Tuhan lewat pujian, berkhotbah, mengajar firman Allah, berbuat baik, menolong org dsb,… Allah sebenarnya tidak berkenan terhadap hidup yang setengah benar-setengah jahat.. Saya pernah mengalami hal tersebut, meski tidak jahat-jahat juga ketahuannya..  karena hanya dalam hati.. tapi sejak saya pahami bahwa bahkan dalam hati/pikiran meski belum bertindak, kita sudah dinyatakan bersalah maka saya jadi lebih serius menangani karakter saya bahkan mulai dari pikiran/hati saya pribadi… sulita? Kompleksa? Segitu seriusnya memiliki karakter yang diinginkanNya? Bagi saya ya, ini SERIUS. Karena berkaitan dengan hidup dan mati serta keselamatan kita pribadi.. tidak heran Petrus pernah mengungkapkan statement ini: II Petrus  3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.

 

Lihatlah lagi list dalam Galatia 5:22-23, bukankah menyenangkan memiliki kepribadian dan karakter seperti yang tertera disana? Saya dapat membuktikan hasil karakter ini setiap kali saya berkunjung di lokasi dan tempat yang baru saya datangi serta orang-orang yang tidak saya kenal dan menjadi sahabat saya sementara saya sedang melanjutkan study… saat diungkapkan dalam Galatia 5:23 bagian akhir bahwa ‘tidak ada hukum yang menentang hal-hal tersebut’.. terjemahan lain menterjemahkan ‘tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu.’ (Bahasa Indonesia Sehari-hari). Lalu mengapa masih ada konflik di rumah, masyarakat sekitar, kantor, gereja bahkan organisasi dan lain sebagainya ? .. karena jelas, Alkitab sudah mengungkapkan secara sederhana dan lugas.. KEINGINAN DAGING INI BERTENTANGAN DENGAN KEINGINAN ROH… cobalah lakukan percobaan untuk mempraktekkan salah satu saja dirumah anda, keluarga anda, dilingkungan apapun anda berada lalu rasakan..!!

 

Jika kita sudah mengaku menjadi milik Kristus, apa tanggung jawab kita? MENYALIBKAN/CRUCIFY our human nature’s desire, our flesh, KILL THEM,… PUT TO DEATH..  BISA?.. JELAS BISA jawabannya ada di ayat selanjutnya.. Gal 5:25, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, terjemahan lain menterjemahkan sebagai berikut :” The Spirit has given us life; he must also control our lives. Satu-satunya cara sederhana sekali yaitu kita memutuskan utk membiarkan ROH MENGONTROL kehidupan kita!

 

Yang menarik sekarang adalah.. justru ada yang tanpa sadar sudah menjadikan dan menghidupkan keinginan daging seperti HOBBY mereka. Jangan lupa menutup tahun dengan komitmen yang selalu BARU SETIAP HARI bukan setiap TAHUN!!!... Biarlah dunia sekitar anda mengenal anda dan saya adalah benar-benar CHRISTIANS dalam arti PENGIKUT YESUS sejati… SAHABAT YESUS, BUKAN SETERUNYA! Dan jadikan itu HOBBY yang kita sukai… MEMBANGUN DAN MEMBENTUK KARAKTER DENGAN ROHNYA

 1 Yohanes 2:6. Be in Him and Be Like Him! ***


Tanya Jawab : Apakah ada dua penciptaan yang berbeda pada Kejadian 1 & 2 ?



Pertanyaan :
Apakah ada dua penciptaan yang berbeda pada Kejadian 1 & 2 ?

 

Tanggapan Redaksi :

Historical Critical scholarship menganut paham bahwa ada dua cerita penciptaan.

Ada beberapa alasan mengapa mereka menyatakan bahwa penciptaan di Kejadian 1 dan 2 adalah dua cerita yang berbeda. Pertama, Kejadian 1 dan 2 memiliki environment yang berbeda. Pembukaan Kejadian 1 mencatat bahwa bumi hanya  terdiri dari air dan kegelapan sementara Kejadian 2 mencatatat  bahwa bumi sudah kering dan ada tanah yang diusahakan. Kedua, pemakaian nama Tuhan yang berbeda, Kejadian 1 menggunakan kata Elohim  sementara pasal 2 mengunakan kata YHWH Elohim. Ketiga, Cerita di Kejadian 1 berakhir dengan maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Sementara pasal 2 dimulai dengan 4 hal yang Allah belum jadikan (2:5).

 

Hisorical Biblical scholarship melihat bahwa  sebenarnya hanya ada satu cerita penciptaan. 

Sekarang yang mana yang benar, Historical Critical atau Historical Biblical (SDA)?

Mari kita lihat alasan yang diberikan oleh Historical Biblical Approach.

1.      Cerita Kejadian 1 adalah penciptaan yang berpusat pada Surga dimana manusia menjadi puncaknya sementara kejadian 2 adalah berpusat pada bumi dimana manusia menjadi focus.

2.      Sebagaimana manusia adalah pusat dari kejadian 1, maka Kejadian 2 juga menjadikan manusia menjadi pusat cerita.Tetapi ada perbedaan yang sangat significant antara Kej. 1 dan 2. Kata-kata kerja seperti bara’ – to create; asah – to make; natan- to appoint di temukan di Kejadian 2, sebaliknya kejadian 2 mengunakan kata-kata sperti, yasar- to form; nata- to plant; samah – to grow.

3.      Environment Account penciptaan di Kejadian 1 dan 2 berbeda.  Environment Kejadian 2 adalah berpusat di Taman Eden yang mana taman ini tidak diciptakan (bara-created) atau made (asah) oleh Allah sebagaimana yang terjadi di Kejadian 1 tapi di “planted” (nata) oleh Tuhan Allah sendiri.

4.      Kejadian 2 extended explanation dari cerita penciptaan di kejadian 1 dan penekanan untuk mengerti tentang cerita kejatuhan manusia di Pasal 3. Kejadian 2:4b mengatakan bahwa ada empat hal yang Allah belum ciptakan (dalam minggu penciptaan Kejadian 1), yaitu: Dua dari empat ini adalah tumbuhan, yaitu:

  1. "shrub of the field" siah hassadhe

2.    "plant of the field“ ‘esev hassadhe

Apakah ini tidak kontradiksi dengan Kej. 1:11-12 yang mengatakan bahwa Allah menciptakan Tumbuh-tumbuhan pada hari ketiga? Tidak. Alkitab Bahasa Indonesia tidak memberikan terjemahan yang baik tetapi dalam bahasa aslinya. Ibrani, dua tanaman ini adalah berbeda. Tumbuh-tumbuhan di Kejadia 1 adalah

1.      deshe (vegetation): ‘esev matsry' (seed-bearing plants) [according to its kind]

2.      tsr' `es pry asa pry (seed-bearing fruit trees) according to its kind"

Dan ini adalah makanan manusia seharusnya di Taman Eden. Sementara "shrub of the field" siah hassadhe adalah semak (thorny plant-tumbuh-tumbuhan berduri) dan ini sangat banyak di jumpai di padang dan "plant of the field“ ‘esev hassadhe adalah “plant of the field” atau tumbuhan yang dioleh oleh manusia dengan berkeringat akibat dosa dan buahnya menjadi makanannya.  

3.      Belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu. Tuhan tidak pernah merencanakan untuk manusia untuk bekerja mengusahakan tanah. Adam dan Hawa hanya bekerja mengusahakan tanah oleh karena dosa.

4.      Belum ada Hujan. Sebelum manusia berdosa Hujan belum pernah turun. Hujan adalah berkat tapi hujan juga adalah penghukuman karena dosa.

 

Kesimpulan:

Tidak ada dua account penciptaan tapi hanya satu.

  1. Kejadian 2 adalah extended account dari Kej. 2 yang menekankan hubungan Allah dan manusia.
  2. Pengunaan nama Allah yang berbeda (Kejadian 1 Elohim dan YHWH Elohim di Kejadian 2) menunjukan bahwa Allah (Elohim) yang maha kuasa dan pencipta, Dia juga YHWH yang dekat dekan dengan turun ke dunia dan ber-fellowship dengan Manusia.
  3. Kejadian 2 tidak pernah mengklaim sebagai account penciptaan karena kata kerja yang di pake berbeda dengan kata kerja di Kejadian 1 dan tumbuh-tumbuhan di kejadian 2 adalah tumbuh-tumbuhan yang berbeda di Kejadian 1.

Hasil gambar untuk gambar penciptaan dunia


Tanya Jawab - Apakah Perjamuan Suci Suatu Keharusan ?

 

Pertanyaan :

Apakah Perjamuan Suci adalah keharusan yang kalau tidak dilakukan berarti berdosa atau apakah kalau dilakukan mendapat pahala sedangkan kalau tidak dilakukan rugi sendiri tetapi tidak apa-apa kalau tidak dilakukan ?


Tanggapan Redaksi

 


Selama Yesus berada di atas dunia ini, Dia meninggalkan dua upacara penting untuk dilakukan oleh semua yang percaya kepadaNya, yang pertama adalah upacara baptisan dan yang kedua adalah upacara perjamuan Tuhan (the Lord's supper.) yang dikalangan Advent lebih dikenal dengan upacara perjamuan suci. Baptisan yang suci diperuntukkan bagi orang percaya yang baru akan bergabung menjadi bagian umat percaya sedangkan perjamuan suci diperuntukkan bagi orang percaya yang sudah bergabung dalam kumpulan umat percaya. Kedua upacara ini adalah merupakan keharusan bagi semua yang mengaku sebagai pengikut Kristus dimana kedua upacara ini diperintahkan langsung oleh Kristus untuk dilakukan oleh semua orang percaya.

 

Untuk Baptisan suci Yesus menjanjikan bahwa "siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" sedangkan "siapa yang tidak percaya akan dihukum". Sangat jelas pahala apa yang kita dapat sedangkan untuk perjamuan suci tidak ditegaskan pahala atau hukuman apa yang diterima bila kita tidak melakukannya namun dibalik perjamuan suci ada manfaat yang sangat besar bagi yang melakukannya.

 

Dalam Alkitab tidak dirinci berapa kali setahun upacara perjamuan suci itu dilakukan. Gereja Advent tidak melakukan ini setiap minggu atau setiap bulan atau setahun sekali seperti pada gereja tertentu. Gereja Advent biasanya melakukan perjamuan suci  empat kali setahun dengan pertimbangan waktu ini adalah yang paling ideal dimana bila terlalu sering dilakukan dikuatirkan upacara perjamuan suci akan kehilangan maknanya dan acara ini hanya menjadi tradisi tanpa makna dan waktu ini diyakini tidak terlalu lama karena bila terlalu lama juga akan berdampak sama seperti bila terlalu sering, dimana akan ada waktu yang cukup lama umat tidak merasakan manfaat dari perjamuan suci itu.

 

Manfaat yang sangat penting dalam perjamuan suci adalah proses sebelum diadakan upacara perjamuan suci yaitu melakukan pemeriksaan diri atau menguji diri (1 Korintus 11 : 28) dan untuk menguji diri sendiri harus terlebih dahulu mengerti prinsip-prinsip dalam mengikuti perjamuan suci seperti yang diteladankan oleh Yesus, yaitu :

·        Kerendahan hati untuk melayani (Filipi 2 : 7, Matius 20 : 28, Galatia 5 : 13) yang disimbolkan dalam upacara pembasuhan kaki.

·        Pembasuhan hati dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan (Yohanes 13 : 10,

·        Sebuah persekutuan pengampunan dimana jika kita mengampuni kesalahan orang lain maka Tuhan pun akan mengampuni kita. (Matius 6 : 14, 15; Yohanes 13 : 14).

·        Sebagai persekutuan dengan Kristus dimana bila kita mengambil bagian dalam upacara perjamuan suci ini maka ini memberikna kesempatan bagi kita untuk menerima bagian dalam Kristus (Yonaes 13 : 8)

·        Untuk memperingati penebusan yang Yesus lakukan untuk manusia (1 Korintus 11:24)

·        Sebagai Perjamuan yang melambangkan persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 10: 16, 17)

·        Sebagai antisipasi kedatangan Kristus kedua kali. (1 Korintus 11:26)

 

Perjamuan suci ini dikhususkan bagi yang beriman kepadaNya dan mengajarkan semua yang beriman kepadaNya untuk melakukan upacara ini dengan penuh hormat dan pujian. Bagi mereka yang tidak melakukan ini selayaknya maka ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan (1 Korintus 11: 27)

 

Alasan anggota jemaat tidak mau mengikuti upacara perjamuan suci, di antaranya :

  1. Belum mengerti sepenuhnya manfaat perjamuan suci.
  2. Merasa belum selayaknya mengikuti perjamuan suci, kemungkinan belum menyelesaikan masalah dengan orang lain atau belum berdamai dengan orang lain.
  3. Alasan pribadi lainnya yang harus diselesaikan pada saat diadakan upacara perjamuan dengan pertimbangan menunda mengikuti perjamuan atau sudah mengikuti acara perjamuan dijemaat lainnya dalam waktu yang belum terlalu lama.

 

Manfaat yang paling dirasakan selama mengikuti upacara perjamuan suci terutama bagi mereka yang sebelumnya memiliki masalah pribadi dengan orang lain. Dengan adanya perjamuan suci mendorong umat percaya untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan orang lain yang kemudian membawa perdamaian dan kedamaian dalam hati masing-masing dan dalam jemaat. Umatpun akan merasa menerima pahala kedamaian dan pengampunan dengan mengikuti upacara perjamuan suci. ***









Selasa, 14 Februari 2023

Valentine Day

 

 


Perayaan Valentine Day, menjadi hari yang dinanti-nanti banyak orang. Valentine day yang saat ini identik dengan coklat sebagai pernyataan sayang kepada orang lain bukan hanya jadi moment yang dinanti bagi mereka yang berpacaran tapi juga sampai anak Taman Kanak-Kanak mulai diajarkan guru sekolahnya untuk berbagi coklat di hari Valentine. Oma-oma yang giginya mulai ompong pun tak mau kalah, pengen dibelikan coklat di hari Valentine, meskipun hari ini menjadi hari neraka bagi yang jomblo karena tak ada yang memberikannya coklat ataupun kembang, meskipun hanya kembang kol, apalagi bunga popaya.

Meskipun Valentine Day banyak ditunggu-tunggu tetapi tidak sedikit juga yang bertanya-tanya, bisakah kita merayakan Valentine Day ? Apalagi dari kalangan tertentu melarang umatnya merayakan Valentine Day.. Untuk menjawab itu ada baiknya kita mengetahui sejarah perayaan ini dan makna apa di baliknya.

Perayaan Valentine Day sangat popular di berbagai negara namun banyak yang tidak mengetahui sejarah perayaan Valentine Day ini. Dalam catatan kami, yang kami ambil dari beberapa sumber, ada beberapa versi sehingga tanggal 14 Februari dirayakan menjadi Valentine Day.

Versi pertama mengenai perayaan ini adalah, mulanya perayaan ini diadakan pada 15 Februari untuk memuja dewi Lupercus. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan, dewi kesuburan.  Dalam pesta tersebut, mereka memohon kesehatan dan kesuburan tanaman dan ternak-ternak mereka. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol/kendi. Lalu para lelaki menarik undian nama-nama perempuan yang akan menjadi pasangan mereka, serta menempelkan nama perempuan tersebut di lengan baju mereka. Pasangan-pasangan tersebut akan saling bertukar hadiah. Kaum perempuan akan menerima sarung tangan harum atau kado tertentu. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.

Lebih jauh lagi mengenai Lupercalia, dalam bahasa Yunani, Nimrod lebih dikenal sebagai Pan, sedangkan anjing ajak dalam bahasa Latin "Lupus" oleh sebab itulah bangsa Rumawi menamakan Nimrod sebagai "Lupercus" atau si pemburu anjing ajak. Untuk memuliakan Lupercus inilah mereka mengadakan hari perayaan yang disebut "Lupercalia" yg dirayakan setiap tanggal 15 Februari. Rupanya banyak orang Rumawi ingin puteranya gagah perkasa seperti Nimrod oleh sebab itulah mereka seringkali memberikan nama "Valentine" kepada putera-nya.

Di hari Valentine rasanya tidak komplit apabila tidak ada "Cupid" sang dewa asmara, dalam bentuk malaikat kecil tak berbaju yang selalu membawa panah untuk memanah sepasang hati manusia untuk saling jatuh cinta. Hanya sayangnya Cupid ini merupakan lambang dari pasangan Haram! Kenapa demikian? Cupid itu sebenarnya adalah gambaran atau lambang ketika Nimrod masih kecil. Nimrod adalah seorang pemburu maka dari itu juga Cupid ini selalu membawa panah. Pada masa mudanya Nimrod adalah seorang pemuda yg gagah sekali, sehingga di puja-puja oleh banyak kaum wanita (Daniel 11:37) yg membuat nafsu birahi mereka menjadi bangkit terbang melayang. Hal ini bukan hanya berlaku bagi perempuan di sekitarnya saja bahkan berlaku bagi Ibu Kandungnya sendiri "Semiramis" yg turut jadi tergila-gila oleh anaknya sendiri, sehingga akhirnya ia mengawini anak kandungnya sendiri. Oleh sebab itulah juga diberi sebutan nama "Cupid" yg berasal dari bahasa Latin "cupere" yang dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan sebagai "Desire" atau membangkitkan nafsu birahi. Jadi Cupid itu memanah bukannya untuk membuat orang menjadi saling jatuh cinta, melainkan untuk membuat nafsu birahi orang jadi bangkit. Pada tanggal. 15 Februari, Nimrod dan Ibunya mengakui kesalahan mereka, sebagai ibu dan anak, oleh sebab itulah juga bln Februari itu berasal dari kata Februa yang berarti "penyucian", dimana mereka akhirnya sadar bahwa azas kasih yang mereka lakukan itu tidak benar.

Pada pertengahan bulan Pebruari di Eropa dikenal juga dengan musim kawinnya jenis burung tertentu sehingga hal ini juga dihubungkan dengan musim mencari pasangan, waktu bercinta yang kemudian dialihkan menjadi waktu untuk memulaikan percintaan bagi anak muda. Ditentukan kemudian tanggal 14 Pebruari untuk mengadakan pesta khusus anak muda untuk mencari pasangan atau untuk mengadakan pendekatan kepada yang di taksirnya.

Versi lain mengenai perayaan ini berasal dari kata Galentine yang dalam bahasa Perancis Normandia berarti gallant atau cinta dan kata ini sangat popular pada abad pertengahan. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.

Salah satu versi yang sangat popular mengenai perayaan Valentine Day ini merupakan kisah cinta romantis pada abad ke 14 di Ingris dan Perancis.  Kisah ini berawal dari seorang pastor  bernama Valentine bersama rekannya Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang hebat. Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 270M setelah sebelumnya dipenjara.

Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini yaitu —- ”From Your Valentine.” Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.

Beberapa versi perayaan valentine di atas bisa saja saling berhubungan. Bisa saja suatu kebetulan kata Galentine yang berarti cinta kedengaran hampir sama dengan kata Valentine, nama seorang pastor yang jatuh hati kepada seorang anak sipir penjara di mana dia memperjuangkan pernikahan para serdadu. Secara kebetulan pertengahan bulan Pebruari adalah musim kawin jenis burung tertentu di Eropa dan kemudian dihubungkan dengan perayaan kekafiran untuk menghormati dewi Lupercus kemudian para rohaniawan Katolik menetapkan tanggal 14 Pebruari sebagai perayaan untuk memperingati Valentine yang mati sebagai martir dan kemudian ditetapkan sebagai seorang Santo. Coba perhatikan karya sang sastrawan Inggris ternama, Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa ini dikirim pada hari Santo Valentinus”) Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)

Sebagaimana perayaan Natal yang awalnya berasal dari kekafiran, perayaan Valentine Day yang sejarahnya simpang siur bisa jadi benar berawal dari perayaan kekafiran kepada dewa Romawi kuno. Sebagai umat Kristen tentu kita tidak memperingati perayaan kekafiran itu. Adalah mungkin memanfaatkan even tertentu untuk memberikan nuansa positif kepada yang kita cintai. Memanfaatkan even tertentu untuk menyatakan kasih sayang kita, tidak ditentukan dengan tanggal tertentu walaupun kitapun bisa saja memanfaatkan even yang sudah dikenal luas.. Pernyataan kasih sayang kita bukan terbatas hanya kepada pacar kita atau istri/suami tetapi pernyataan kasih dapat kita ungkapkan juga kepada keluarga dekat kita, anak-anak, orang tua atau sahabat kita. Perlu juga diingat ungkapan cinta yang tulus dan "tidak salah alamat" kepada sesama tidak harus hanya pada tanggal 14 Pebruari. semakin sering kita menyatakan cinta kita kepada sesama dengan cara yang pantas adalah lebih baik dan bila kebetulan di tanggal 14 Pebruari kita menyatakan cinta kepada yang kita cintai itu bukanlah suatu masalah bila motifnya bukanlah untuk perayaan kekafiran. tapi bila dengan merayakan Valentine Day bisa menjadi batu sandungan bagi diri sendiri atau bagi orang lain maka sebaiknya berpikir dua kali untuk melakukannya. Apapun yang kita lakukan hendaknya itu adalah untuk kemuliaan Allah. Filipi 4 : 4. BAIT